Kamis (16/07) lalu, militer Taiwan mengadakan latihan militer tahunan “Han Kuang” untuk mempersiapkan diri dari segala bentuk serangan. Latihan tersebut dimulai pada hari Senin (13/07) dan ditutup pada hari Jumat (17/07). Sebagaimana dilansir dari Reuters, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan bahwa latihan ini menunjukkan determinasi dan kesungguhan Taiwan untuk mempertahankan wilayah mereka.

“Han Kuang adalah latihan militer tahunan besar untuk pasukan Taiwan karena digunakan untuk mengevaluasi perkembangan dan pertahanan negara. Selain itu, kami ingin dunia melihat kesungguhan Taiwan untuk membela negara kami”, ujar Presiden Tsai Ing-wen sembari kembali mengamati jalannya latihan dengan menggunakan helm dan seragam kamuflasi khas militer.

Sekitar 8.000 personel militer Taiwan baik dari angkatan darat, laut, maupun udara terlibat dalam latihan tersebut beserta seluruh elemen persenjataan baik buatan lokal maupun luar negeri antara lain F-16, jet penyerang Ching-kuo, dan tank-tank yang digunakan untuk mengenai target di sepanjang pesisir pantai dekat Taichung, Taiwan bagian tengah. Para pasukan juga menembakkan sejumlah rudal ke udara yang menghadap ke tanah Tiongkok untuk mendemonstrasikan kekuatan militer yang dimilikinya.

Presiden Tsai yang kembali memenangkan pemilu pada Januari lalu, telah berjanji untuk melawan Tiongkok dan memprioritaskan modernisasi militer. Taiwan mengakui telah menghabiskan banyak pengeluaran di bidang pertahanan tahun ini.

Namun meski militer Taiwan terprogram dan terlatih dengan baik serta banyak menggunakan peralatan buatan Amerika Serikat, tidak dapat dipungkiri bahwa Tiongkok memiliki jumlah yang jauh lebih besar dan kesiapan yang lebih matang dengan prajurit-prajurit tangguh dan rudal-rudal keluaran terbarunya.

Sebagai negara kecil yang terletak tidak jauh dari Daratan Utama Tiongkok, secara historis Taiwan selalu dihantui oleh kekuatan Tiongkok dan upayanya untuk melakukan reunifikasi. Sedangkan Taiwan sendiri menginginkan kemerdekaan agar terbebas dari pengaruh Tiongkok. Maka dari itu, dengan adanya ancaman yang selalu mengintai, Taiwan berupaya untuk menguatkan pertahanan dan keamanannya.

“Sebagaimana saya telah sampaikan, keamanan nasional tidak bergantung dengan tunduk atau melawan, namun harus didasari oleh pertahanan nasional yang kuat. Seluruh prajurit dan perwira kita adalah inti dari semua itu”, tambah Tsai di depan semua pasukannya.

Pihak Tiongkok bersikap acuh tak acuh terhadap latihan militer Taiwan. Dituliskan dalam NBC News, Juru Bicara Menteri Luar Negeri Hua Chunying pada hari Kamis (16/07) lalu mengatakan bahwa integritas teritorial Beijing “sangat kokoh dan tidak dapat dihancurkan” serta reunifikasi Taiwan dan Daratan Utama Tiongkok sejatinya tidak dapat dihentikan.

Kantor berita Global Times milik Tiongkok juga menuliskan bahwa latihan militer Taiwan hanyalah sebuah “pertunjukan tanpa arti” karena diadakan dalam kondisi yang tidak darurat dan sebuah upaya yang jelas untuk mempersiapkan perlawanan terhadap People’s Liberation Army Tiongkok.

Sejarah panjang yang dimiliki kedua Taiwan dan Tiongkok mulai meningkat pasca kemenangan Pasukan Komunis melawan Pasukan Republik dalam Perang Saudara Tiongkok tahun 1949. Hingga kini, reunifikasi dengan Taiwan masih menjadi prioritas Tiongkok. Tiongkok menganggap Taiwan sebagai bagian dari doktrin “satu Tiongkok” dan mereka akan menggunakan segala cara, termasuk militer, untuk menguasai Taiwan.

Pada bulan Mei dalam Kongress Rakyat Nasional, Perdana Menteri Li Keqiang menghapus kata “damai” saat membicarakan reunifikasi Taiwan. Hal ini dipandang sebagai suatu simbol rencana Tiongkok untuk bersikap lebih tegas pada Taiwan.

Referensi:

Global Times. 2020. “Taiwan’s Counter-landing Drill with PLS in Mind a ‘Naïve, Meaningless Show” [online] tersedia dalam https://www.globaltimes.cn/content/1194770.shtml [diakses 19 Juli 2020]

NBC News. 2020. “Taiwan Conducts Major Annual military Exercise Amid Rising China Tensions” [online] tersedia dalam https://www.nbcnews.com/news/world/taiwan-conducts-major-annual-military-exercise-amid-rising-china-tensions-n1234023 [diakses 19 Juli 2020]

Wang, Ann. 2020. “Taiwan Holds Drills to Beat Back Invasion Amid China Tensions” [online] tersedia dalam https://www.reuters.com/article/us-taiwan-defence/taiwan-holds-drills-to-beat-back-invasion-amid-china-tensions-idUSKCN24H0E8 [diakses 19 Juli 2020]

Ditulis oleh: Divany Nadila R