Dalam menjalankan praktik bisnisnya, sebuah perusahaan multinasional (MNC) perlu memerhatikan beberapa hal penting beserta strategi yang dapat diimplementasikannya. Ekspansi yang dilakukan oleh sebuah perusahaan dipengaruhi oleh faktor eksternal dan faktor internal (Daniels et al, 2015). Secara eksternal, kegiatan ekspansi bisnis yang dilakukan ditentukan oleh lingkungan operasional yang ada seperti lokasi geografis, kondisi politik, kondisi kultural, dan sebagainya. Sedangkan secara internal, kegiatan ekspansi yang dilakukan dapat didasarkan pada objektif atau tujuan yang ingin dicapai, tipe strategi yang digunakan, dan mode operasi perusahaan. Tulisan ini akan membahas lebih lanjut strategi-strategi ekspansi yang dapat dilakukan oleh suatu perusahaan multinasional dan bagaimana struktur organisasi itu dapat memengaruhi kegiatan operasional dalam bisnis internasional yang dijalankannya.

Untuk dapat melakukan ekspansi produksi dan distribusi bisnis ke ranah global, MNC harus dapat menentukan strategi apa yang akan digunakan. Hal ini dapat disebut juga dengan istilah entry mode atau cara MNC untuk melakukan ekspansi hingga dapat memasuki pasar luar negeri. Lebih lanjut, Daniels et al (2015) membedakan strategi tersebut menjadi dua kelompok besar yang bergantung pada ada atau tidaknya kolaborasi antar perusahaan. Pertama, jika MNC memilih untuk bergerak secara independen, maka MNC akan menanamkan investasi di negara penerima yang mana praktik ini disebut dengan istilah Foreign Direct Investment (FDI). Dalam FDI, MNC memiliki dua opsi kebijakan yakni membeli perusahaan yang bersangkutan atau membuka investasi greenfield (Daniels, et al, 2015). Dalam opsi yang pertama, MNC harus mempertimbangkan perusahaan apa yang akan dibeli dan dalam kondisi apa yang paling menguntungkan. Sedangkan opsi kedua cenderung dipilih jika MNC menemui roadblocks dan dapat digunakan untuk membangun reputasi.

Sedangkan jika MNC memilih untuk berkolaborasi dengan MNC lain, terdapat beberapa tipe aliansi menurut Daniels et al (2015). Pertama adalah scale alliances yang bertujuan untuk memberi efisiensi dengan menyatukan aset sehingga partner bisnis dapat tetap melakukan bisnis normalnya. Kedua adalah link alliances yakni menggunakan sumber daya yang komplementer agar kedua pihak dapat mengekspansi bisnisnya ke area baru. Ketiga adalah aliansi vertikal yang dapat dilakukan melalui cara licensing dan franchising. Terakhir adalah aliansi horizontal seperti joint venture dan equity alliances. Daniels et al (2015) juga menambahkan bahwa terdapat beberapa alasan kolaborasi yang dilakukan oleh MNC antara lain untuk mendapat sumber daya di lokasi tertentu, untuk mengamankan distribusi dan tenaga kerja ahli, untuk mengekspansi bisnisnya, dan untuk meminimalisasi resiko karena kerugian ditanggung bersama.

Selanjutnya, sebelum melakukan operasi bisnis di ranah global, Wild & Wild (2016) menjelaskan bahwa terdapat empat masalah utama yang perlu dipertimbangkan dalam membentuk strategi produksinya. Pertama, proses terkait kapasitas yang harus menyesuaikan output dengan jumlah permintaan pasar. Kedua, lokasi produksi yang berkaitan dengan ketersediaan tenaga kerja, sumber daya mentah, bagian-bagian komponen, dan ketersediaan energi. Lokasi juga berkaitan dengan kedekatannya dengan konsumen dan pemasok sumber daya. Ketiga, bagaimana cara atau proses yang akan digunakan. Penggunaan teknologi dan tenaga kerja, standarisasi atau adaptasi, serta jenis produk yang akan diproduksi juga perlu dipertimbangkan. Dan keempat, penting untuk melihat tata letak atau denah fasilitas yang membutuhkan efisiensi lokasi dan penataan ruang.

Selain strategi diatas, suatu perusahaan harus dapat menyadari bahwa strategi secara internal juga perlu dipertimbangkan melalui struktur organisasinya. Daniels et al (2015) menjelaskan bahwa terdapat dua pembagian struktur organisasi dalam perusahaan yakni klasik dan neoklasik. Secara klasik terdapat jenis fungsional, produk, area, dan matriks. Struktur dalam kelompok ini bergantung pada struktur hirarkis yang dibentuk secara formal dalam pembagian kerja, tanggung jawab, dan hubungannya. Sedangkan secara neoklasik, terdapat struktur jaringan atau virtual yang membagi tugas tanpa adanya batasan hirarkis yang jelas agar arus informasi dan teknologi dapat mengalir dengan lebih fleksibel. Lebih lanjut, dalam penentuan struktur organisasi, umumnya terdapat dua isu yakni secara vertikal dan horizontal (Daniels et al, 2015). Secara vertikal, terdapat permasalahan terkait sentralisasi dan desentralisasi kekuasaan dalam pengambilan keputusan. Cara sentralisasi dapat ditandai dengan pengambilan keputusan diatas tingkat subsidiary sedangkan keputusan pada cara desentralisasi dilakukan dibawah tingkat subsidiary. Kemudian  secara horizontal, perusahaan dapat menemui masalah terkait bagaimana cara membagi anggota perusahaan tersebut ke dalam kelompok-kelompok fungsional dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.

Berdasarkan paparan diatas, penulis dapat memberi contoh perusahaan Nike yang didirikan pada tahun 1964 pada saat atlet asal Oregon yang bernama Philip Knight, mulai mengimpor sepatu lari dari Jepang untuk bersaing dengan sepatu-sepatu asal Jerman seperti Adidas. Perkembangan dan kesuksesan penjualan Nike di Amerika kemudian mendorong ekspansi internasional yang dilakukan dengan cara mengekspor dan membuka pabrik di negara-negara Eropa untuk melakukan kegiatan produksinya. Nike memperoleh kesuksesan hingga 10,688 miliar dollar Amerika di tahun 2007 melalui FDI dan kolaborasi dengan MNC lain seperti Apple yang meluncurkan Nike & Ipod sport kit. Namun, Nike juga pernah mengalami kegagalan dan tidak berhasil menembus pasar Tiongkok karena kurangnya perhatian terhadap tradisi kultural yang sangat kental di masyarakat Tiongkok, sehingga strategi Nike kemudian adalah mulai bekerjasama dengan pemerintah Tiongkok dengan mensponsori program-program olahraga di sekolah-sekolah.

Referensi:

Daniels, John D., et al. 2015. “International Strategy and Organization” dalam International Business: Environment and Operations. England: Pearson Education Limited.

Wild, John J & Wild, Kenneth L. 2016. “International Strategy and Organization” dalam International Business: the Challenges of Globalization. England: Pearson Education Limited.

Ditulis oleh: Divany Nadila Relytanti, Universitas Airlangga, diva.nadila@gmail.com