Pemerintah Republik Kongo melaporkan bahwa ebola kembali mewabah di zona kesehatan Wangata, Mbandaka di Provinsi Equateur. Kondisi ini menjadi lebih sulit, kompleks, dan mendesak karena terjadi di tengah upaya Kongo untuk melawan virus COVID-19 dan campak. Berdasarkan informasi dari Menteri Kesehatan Kongo, sejauh ini telah ditemukan sembilan kasus positif ebola di Wangata – lima orang di antaranya telah meninggal dunia dan sisanya tengah dirawat. Tiga dari enam kasus tersebut dideteksi setelah melewati percobaan laboratorium. Seajumlah ahli berpendapat bahwa jumlah kasus akan meningkat seiring dengan bertambahnya aktivitas pengawasan dan uji coba. Direktur WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa: “peristiwa ini adalah pengingat bahwa COVID-19 bukanlah satu-satunya ancaman kesehatan di tengah masyarakat. Orang terakhir yang dikonfirmasi mengidap ebola karena mendatangi pemakaman salah satu korban pasien meninggal, namun baru terdeteksi sekitar 150 kilometer dari Mbandaka. Artinya, kini telah terdapat dua zona yang terdampak.” Ia juga menegaskan bahwa meski perhatian masih banyak ditujukan untuk mengatasi pandemik, namun WHO berjanji akan terus mengawasi dan merespon kondisi darurat medis yang lainnya.

Epidemi Ebola di Kongo sejatinya telah terjadi sejak tahun 2018 dan hingga kini, pemerintah setempat masih berupaya untuk mengatasinya. Menurut laporan WHO, selama ini telah terdapat 3.406 kasus positif dengan 2.243 kematian ebola di Kongo. Di tahun 2018 sendiri, terdapat 33 pasien meninggal dunia karena telah ditemukan vaksin dan cara mengatasi virus yang efektif seperti pendirian stasiun cuci tangan dan sosialisasi untuk mengedukasi masyarakat. Setelah tidak menemui pasien baru setelah 21 hari berikutnya – masa inkubasi ebola – maka dapat ditarik kesimpulan bahwa outbreak telah berakhir. Meski demikian, WHO mengambil langkah pencegahan lebih lanjut selama dua periode inkubasi – 42 hari – untuk memastikan bahwa kondisi telah aman. Sehingga, penemuan kasus ebola baru di tahun 2020 kini menjadi pukulan yang berat bagi masyarakat Kongo yang juga tengah berjuang melawan COVID-19 dan campak. Sejauh ini, WHO melaporkan bahwa terdapat 3.195 kasus positif virus corona dan 72 kematian di negara-negara Afrika Tengah, termasuk Kongo. Tidak hanya itu,

Pada hari Rabu lalu, sekitar 50 petugas WHO telah sampai di Mbandaka dengan membawa 3.600 dosis vaksin ebola dan 2.000 kartrid untuk pengujian laboratorium. Virus ebola merupakan suatu jenis virus yang menyebabkan demam berdarah dan dapat menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Nama “ebola” sendiri diambil dari nama Sungai Ebola, tempat virus pertama kali ditemukan di tahun 1976. Di Kongo sendiri, outbreak ebola di tahun 2020 menjadi kali ke-11 outbreak terjadi sejak tahun 1976.

Dalam upaya penanganannya, salah satu wartawan CBS News, Debora Patta melaporkan bahwa para petugas medis di Kongo tidak hanya harus berjuang melawan ancaman kematian dari virus, namun juga ketidakpercayaan masyarakat dan kekerasan pula. Perang sipil Kongo yang berlangsung selama seperempat dekade telah menghambat dan mengganggu pergerakan bantuan medis di lapangan karena seringkali terjadi penyerangan dari kelompok-kelompok bersenjata. Tidak hanya itu, dari sisi masyarakat sendiri juga seringkali memiliki rasa tidak percaya terhadap para petugas medis, sehingga sejumlah kali menolak untuk diobati dan dirawat. Oleh karenanya, meski berbagai pihak telah mengerahkan sejumlah petugas medis di Kongo namun hambatan-hambatan di atas masih menjadi isu yang tidak dapat diabaikan.

Referensi:

WHO, 2020. “New Ebola Outbreak Detected in Northwest Democratic Republic of the Congo; WHO Surge Team Supporting the Response” [online] tersedia dalam https://www.who.int/news-room/detail/01-06-2020-new-ebola-outbreak-detected-in-northwest-democratic-republic-of-the-congo-who-surge-team-supporting-the-response [diakses 4 Juni 2020]

Reuters, 2020. “Two More People Infected with Ebola in New Congo Outbreak, WHO Says” [online] tersedia dalam https://www.reuters.com/article/us-health-ebola-congo/two-more-people-infected-with-ebola-in-new-congo-outbreak-who-says-idUSKBN23A39C [diakses 4 Juni 2020]

Hans, Gursimran. 2020. “Ebola Crisis: Two New Confirmed Cases of Deadly Virus in Democratic Republic of Congo” [online] tersedia dalam https://www.express.co.uk/news/world/1291059/Ebola-news-WHO-Africa-Congo-DR-outbreak-latest-updates [diakses 4 Juni 2020]

Ditulis oleh: Divany Nadila R