Konflik teritorial antara India dan Tiongkok yang telah muncul sejak tahun 1962 kini kembali memanas. Pada Sabtu (09/05) lalu, terjadi baku hantam antara prajurit India dan Tiongkok yang tengah berpatroli di perbatasan kedua negara tersebut, tepatnya di sekitar Tibet. Akibatnya, dilaporkan tujuh prajurit Tiongkok dan empat prajurit India mengalami cedera, kata seorang pejabat militer di dekat sektor Naku La, Negara Bagian Sikkim, India. Menteri Pertahanan India sendiri mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi atas kesalahan dua belah pihak yang bertindak terlalu agresif hingga menyebabkan cedera ringan. Ia melanjutkan bahwa kejadian tersebut terjadi setelah terjadi perselisihan verbal di tingkat lokal, namun tidak menjelaskan lebih lanjut alasan konflik dimulai.

Salah satu kantor berita India, Hindustan Times, menuliskan bahwa setidaknya terdapat 150 prajurit yang terlibat dalam pertikaian dan melakukan baku hantam secara fisik dan saling melempar batu, namun tidak sampai terjadi penembakan. Juru bicara tentara India bagian timur, Mandeep Hooda, mengatakan bahwa kejadian tersebut pada akhirnya dapat diselesaikan setelah melalui proses dialog dan interaksi di tingkat lokal. Ia menambahkan bahwa pertikaian kecil antar kedua negara memang sering terjadi dan mengalami dinamika yang tidak menentu di wilayah perbatasan akibat konflik berkelanjutan yang tidak kunjung menemui hasil.

Sementara itu, pada Senin lalu, Tiongkok merespon konflik ini dan beranggapan bahwa prajurit Tiongkok telah bertindak sesuai tugasnya di perbatasan yakni untuk menegakkan perdamaian dan kestabilan. Menjawab pertanyaan dari para media, juru bicara kementerian luar negeri Tiongkok, Zhao Lijian mengatakan bahwa saat ini isu yang paling mendesak adalah perang melawan pandemik virus corona. Ia mengklaim bahwa sejak pandemik dimulai, India dan Tiongkok telah melakukan komunikasi intens dan kerja sama untuk mencegah virus dan menyelesaikan tantangan-tantangan yang ada. Menurutnya, di tengah situasi yang darurat seperti ini, dunia membutuhkan kerja sama dan solidaritas yang tinggi, serta tidak memasukkan upaya-upaya politisasi dan stigmatisasi ke dalam hubungan diplomatik agar tidak semakin menambah perbedaan dan konfrontasi. Ia berharap bahwa pihak militer India dapat bekerjasama dengan Tiongkok untuk menjaga perdamaian di perbatasan agar hal serupa tidak terjadi lagi.

India dan Tiongkok merupakan dua negara dengan perbatasan darat yang terpanjang di dunia. Pada tahun 1962, keduanya terlibat dalam perang perebutan wilayah di daerah Himalaya dan sejak itu, pertikaian-pertikaian lanjutan mulai terjadi di tahun-tahun berikutnya. Pada tahun 2017, keduanya terlibat dalam konflik yang memperebutkan wilayah Doklam – perbatasan Tiongkok dan Bhutan. Meski bukan merupakan bagian dari teritori India, wilayah tersebut dikenal sebagai “the chicken’s neck” yakni jalur strategis yang menghubungkan Delhi dengan negara-negara lain dari arah timur laut. Beberapa bulan berikutnya setelah melewati sejumlah ketegangan dan penembakan, kedua pemerintah pada akhirnya sepakat untuk menghentikan konfrontasi pada Agustus 2017. Perdana Menteri Narendra Modi dan Presiden Xi Jinping kemudian kembali sepakat untuk bekerjasama dan menghindari konflik perbatasan di tahun 2018. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Kota Wuhan, Tiongkok dan bertujuan untuk membahas langkah strategis yang akan diterapkan pada pasukan militer masing-masing, serta untuk semakin menguatkan komunikasi agar mereka dapat membangun kepercayaan dan konflik tidak terjadi lagi di masa depan.

Namun terlepas dari kesepakatan tersebut, kedua negara kembali mengalami ketegangan sejak September 2019 akibat terjadinya konflik di dekat Danau Pangong di daerah Himalaya. Dalam konflik tersebut, sejumlah prajurit dari kedua pihak mengalami luka-luka ringan setelah berkelahi – setidaknya 200 prajurit terlibat. Konflik tersebut adalah konflik pertama yang terjadi setelah insiden serupa terjadi di tahun 2017. Di tahun 2020 ini kemudian, insiden kembali terjadi akibat pertikaian yang melibatkan tidak kurang dari 150 prajurit India dan Tiongkok di dekat Naku La, wilayah Sikkim, India.

Referensi:

Reuters. 2020. “india Says Troops in Brief border Skirmish with Chinese Soldiers” [online] tersedia dalam https://www.reuters.com/article/us-india-china-army/indian-chinese-border-troops-in-brief-skirmish-on-northeast-indian-border-india-says-idUSKBN22M0CW [diakses 12 Mei 2020]

Sud, Vedika dan Westcott, Ben. 2020. “Chinese and Indian Soldiers Engaged in ‘Aggressive’ Cross-border Skirmish” [online] tersedia dalam https://edition.cnn.com/2020/05/11/asia/china-india-border-dispute-intl-hnk/index.html [diakses 12 Mei 2020]

The Indian Express. 2020. “Sino-India Border Clashes: China Says its Troops Committed to uphold Peace” [online] tersedia dalam https://indianexpress.com/article/world/sino-india-border-clashes-china-says-its-troops-committed-to-uphold-peace-6405130/ [diakses 12 Mei 2020]

Ditulis oleh: Divany Nadila Relytanti