Pada akhir minggu lalu, sekitar 60 badai besar telah terjadi di Amerika Serikat bagian Selatan termasuk Mississippi, Texas, dan Louisiana menyebabkan kerusakan yang sangat besar. Pada Hari Minggu, sejumlah badai juga menerpa wilayah Alabama, Georgia, dan the Carolinas. Badai tornado tersebut telah menewaskan sekitar 30 warga lokal dan menghancurkan tidak kurang dari satu juta bangunan rumah dan pertokoan. Hingga Senin malam, ratusan ribu rumah di wilayah-wilayah tersebut harus bertahan tanpa listrik. Peristiwa ini tentu memperparah kerugian dan dampak ekonomi yang terjadi akibat pandemik virus corona hingga masyarakat menjadi semakin resah dan kesulitan.

Bencana badai tornado yang terjadi pekan lalu dapat dikatakan cukup parah dan berlangsung selama beberapa hari. Pada Hari Minggu, tornado menyerang the Deep South, membunuh sekitar 20 orang – 11 di Mississippi selatan – dan menyebabkan kerusakan pada 300 rumah di Louisiana utara. Badai terus bergerak hingga hari berikutnya, menyebabkan lebih dari 70.000 rumah harus bertahan tanpa listrik hingga Hari Senin. Direktur Mississippi Emergency Management Agency, Greg Michel, mengatakan bahwa setidaknya satu orang meninggal di Walthall County, dua orang di Lawrence County, dan tiga orang di Jefferson Davis County. Ketiga wilayah tersebut berada dekat dan hampir berbatasan dengan Louisiana.

Kini negara-negara bagian tersebut tengah berupaya untuk memperbaiki dampak tornado sekaligus menjaga wilayah mereka dari penyebaran virus corona lebih lanjut. Para petugas darurat menghimbau masyarakat yang sedang berlindung dari badai-badai secara kolektif tetap harus mengutamakan prinsip social distancing agar virus tidak tersebar lebih luas. The Mississippi Emergency Management Agency menegaskan bahwa masyarakat harus memiliki tempat untuk berlindung – public shelter – namun juga tetap harus mengutamakan social distancing. Mereka menghimbau lebih lanjut bagi masyarakat untuk masuk ke tempat berlindung dengan menggunakan masker, bandana, atau syal di sekitar mulut.

Lebih lanjut, The American Meteorological Society (AMS) telah mempublikasikan petunjuk – guidelines – bagi masyarakat yang membutuhkan tempat berlindung dan menghimbau untuk tidak membiarkan virus corona mencegah masyarakat mencari tempat berlindung dari tornado. Mereka menyarankan untuk membangun tempat-tempat berlindung di rumah-rumah yang masih aman bersama dengan tetangga, teman, maupun keluarga. Hal ini disebabkan oleh tempat-tempat berlindung yang ditujukan untuk umum sedang tutup karena lockdown. MSEMA mendorong masyarakat untuk mematuhi guidelines yang sudah diberikan dan tetap menjaga jarak antar satu sama lain. Gubernur Alabama, Kay Ivey dan Gubernur Mississippi, Tate Reeves, kemudian mengumumkan state of emergency pada Hari Minggu sehingga dapat menunda atau mengabaikan aturan penanganan pandemik COVID-19 yang dapat mencegah masyarakat untuk berkumpul di tempat berlindung yang disediakan oleh pemerintah. Reeves sendiri menyayangkan bencana yang harus terjadi ketika perayaan Paskah tersebut, namun tetap optimis dan mengatakan bahwa bersamaan dengan kematian dan kesedihan yang terjadi di Minggu Paskah ini, namun kita memiliki iman hingga kita dapat bangkit bersama.

Amerika Serikat memang secara geografis banyak mengalami tornado atau badai yang sangat lebat. Sejumlah kali tornado telah menghancurkan lahan pertanian dan perumahan warga di wilayah-wilayah tersebut. Di tengah situasi pandemik, bencana ini kemudian semakin memperparah situasi dan menyebabkan kerusakan yang memaksa masyarakat untuk berlindung dan berkumpul, meski tengah melakukan program social distancing. Masyarakat sangat menyesalkan bencana yang datang secara bersamaan ini di wilayah tempat tinggal mereka. Senin pagi hari setelah tornado berakhir, sejumlah warga di wilayah Seneca, South Carolina berjalan bersama; hanya beberapa dari mereka yang menggunakan masker. Di wilayah tersebut, pohon-pohon telah banyak yang tumbang, rumah-rumah juga telah kehilangan jendela atau atapnya, serta tidak ada listrik. Kristy Martin, seorang warga Seneca mengatakan bahwa awalnya ia tak percaya bahwa badai akan menjadi sangat parah, hingga ia melihat sendiri kerusakan yang terjadi. Mereka memperkirakan kerugian yang diperoleh dapat mencapai sekitar 100.000 dolar.

Referensi:

Almasy, Steve, et al. 2020. “Northeast Under High Wind Advisories After Storms Leave at Least 32 People Dead in South” [online] tersedia dalam https://edition.cnn.com/2020/04/13/weather/weather-tornadoes-storms-monday/index.html [diakses 14 April 2020]

Betz, Bradford. 2020. “Southern States Struggle to Recover from Destructive Tornadoes; More Than 30 Dead” tersedia dalam https://www.foxnews.com/us/tornadoes-southern-states-30-dead [diakses 14 April 2020]